Jangan Panggil Anak dengan Sebutan “Inces” — Arti, Asal Usul, dan Alasannya
Jangan Panggil Anak dengan Sebutan “Inces”: Ini Arti Sebenarnya
Beberapa tahun terakhir, kita sering mendengar mama-mama muda — terutama di media sosial — memanggil anak perempuannya dengan sebutan “inces”. Sebagian besar melakukannya tanpa maksud buruk. Mereka mengira inces berasal dari kata princess, lalu diucapkan dengan gaya manja.
Sayangnya, penggunaan tersebut sebenarnya keliru dan dapat menimbulkan kesalahpahaman besar. Kata inces bukan turunan dari princess, bukan pula istilah imut. Dalam dunia linguistik, budaya, dan antropologi, istilah ini memiliki makna yang sangat berbeda — bahkan berkonotasi negatif dan tabu.
Arti “Inces” yang Sebenarnya
Kata inces berasal dari kata bahasa Inggris incest. Istilah ini merujuk pada hubungan romantis atau seksual yang terjadi antar anggota keluarga sedarah atau yang memiliki hubungan kekerabatan dekat.
Contohnya meliputi:
- ayah dan anak perempuan,
- ibu dan anak laki-laki,
- sesama saudara kandung,
- saudara tiri, atau anggota keluarga dekat lainnya.
Dalam antropologi, incest adalah pelanggaran norma sosial yang sangat berat. Hampir seluruh budaya di dunia — termasuk Indonesia — memandangnya sebagai tindakan yang tabu, tidak bermoral, dan bertentangan dengan nilai keluarga.
Mengapa Banyak Orang Salah Paham?
Kesalahan penggunaan kata inces berasal dari kemiripan bunyi dengan kata princess. Ketika dilafalkan dengan gaya manja, “princess” kadang terdengar seperti “prinches”, lalu berubah menjadi “inces”. Tanpa sadar, kata ini kemudian digunakan sebagai panggilan sayang.
Namun, bagi orang yang memahami arti asli kata tersebut, panggilan itu dapat terasa menjijikkan, tidak pantas, dan tidak sopan. Tak sedikit yang merasa risih mendengar seorang ibu memanggil anaknya “inces”, karena konteks maknanya sangat sensitif.
Dampak Salah Menggunakan Sebutan “Inces”
Beberapa kemungkinan dampak penggunaan istilah ini:
- Menimbulkan salah paham di antara orang yang paham arti sebenarnya.
- Dipandang tidak pantas jika diucapkan di ruang publik atau media sosial.
- Menciptakan persepsi buruk terhadap orang tua yang menggunakannya.
- Mengajarkan kata yang salah kepada anak sejak kecil.
Sebaiknya Panggil Apa?
Jika ingin panggilan imut dan lucu untuk anak perempuan, ada banyak pilihan yang lebih bermakna positif, seperti:
- Princess
- Sayang
- Cantik
- Bidadari kecil
- Dede
- Ayune / cantiknya mama
Panggilan-panggilan ini jauh lebih aman, sopan, dan jelas maknanya.
Kesimpulan
Memanggil anak dengan sebutan “inces” memang terlihat lucu bagi sebagian orang, tetapi maknanya sangat sensitif dan tidak sesuai untuk digunakan sebagai panggilan sayang. Daripada menimbulkan salah tafsir atau dianggap kurang memahami makna bahasa, lebih baik memilih istilah yang sopan, jelas, dan memiliki nilai positif.
Setelah mengetahui arti sebenarnya… Masih mau memanggil si kecil dengan sebutan “inces”?

0 Response to "Jangan Panggil Anak dengan Sebutan “Inces” — Arti, Asal Usul, dan Alasannya"
Post a Comment