Rahasia Pupuk Super: Manfaat Urine & Kotoran Kelinci + Cara Membuat POC Kelinci yang Ampuh
Rahasia Pupuk Super: Manfaat Urine & Kotoran Kelinci + Cara Membuat POC Kelinci yang Ampuh
Diperbarui: — Panduan lengkap membuat pupuk organik cair (POC) dari urine dan kotoran kelinci serta cara aplikasi untuk sayur, buah, dan tanaman hias.
Kelinci sering dikenal sebagai hewan peliharaan lucu dan sumber daging bagi sebagian peternak, namun sedikit yang tahu bahwa urine kelinci dan kotoran kelinci (kohe) adalah bahan pupuk organik luar biasa — kaya N, P, K dan mikro-nutrisi yang mempercepat pertumbuhan tanaman. Artikel ini mengurai kandungan, manfaat, metode fermentasi, dan panduan aplikasi POC kelinci (pupuk organik cair dari kelinci) secara lengkap dan praktis.
Kenapa Urine dan Kotoran Kelinci Istimewa untuk Pupuk?
Penelitian Badan Penelitian Ternak (Balitnak) dan laporan praktisi pertanian organik menunjukkan bahwa urine kelinci memiliki kadar nitrogen tinggi dibanding urin ternak lainnya. Alasan utamanya: kelinci banyak mengonsumsi hijauan dan relatif sedikit minum, sehingga nitrogen terakumulasi dalam urine.
- Urine kelinci: N ≈ 2,72% ; P ≈ 1,1% ; K ≈ 0,5%
- Campuran urine + kohe kelinci (hasil fermentasi): dapat meningkatkan nilai nutrisi makro & mikro (contoh: N ≈ 2,2% ; P sangat tinggi tergantung bahan tambahan ; K ≈ 2,3%)
Manfaat Pupuk Kelinci (Urine + Kohe) untuk Tanaman
Secara praktis, pupuk kelinci (baik POC maupun kompos kelinci) memberikan manfaat signifikan:
- Pertumbuhan lebih cepat: Nitrogen mendorong fase vegetatif (daun & batang).
- Pembungaan & buah lebih baik: Fosfor membantu pembentukan bunga & akar yang kuat.
- Kadar buah & kualitas meningkat: Kalium mendukung pembesaran buah dan daya tahan stres.
- Mikro-nutrisi lengkap: Sulfur, magnesium, dan kalsium mendukung metabolisme tanaman.
- Aman dan ramah lingkungan: Tidak meninggalkan residu kimia bila dibuat & diterapkan benar.
Perbandingan Singkat: Mengapa Pilih Pupuk Kelinci?
Jika dibandingkan kohe ayam (yang bisa “panas”) atau pupuk kimia, pupuk kelinci cenderung seimbang dan aman jika digunakan sesuai dosis:
- Tidak terlalu “panas” seperti kotoran ayam (mengurangi risiko bakar akar)
- Lebih lengkap nutrisinya dibanding kotoran sapi atau kambing untuk aplikasi POC
- Mudah diproduksi di rumah bagi pemilik kelinci (urban farming)
Resep Teruji: Cara Membuat Pupuk Organik Cair (POC) dari Urine & Kotoran Kelinci
Resep di bawah ini adalah versi lengkap (kombinasi urine + kohe + bahan fermentasi) yang sering direkomendasikan komunitas pertanian organik. Hasilnya: POC kelinci dengan nutrisi optimal untuk semprot daun dan kocor tanah.
Bahan-bahan (untuk 50 L wadah fermentasi)
- Urine kelinci — 20 liter
- Kotoran kelinci (kohe) — 3 kg (diayak/haluskan)
- Air leri / air cucian beras — 5 liter
- Air kelapa (muda/tuak kelapa) — 5 liter
- Gula merah — 0,5 ons (sekitar 50–60 gram)
- MOL (Molasses / cairan fermentasi bonggol pisang) — 300 ml
- Nanas matang — 3 buah (dihaluskan untuk memicu fermentasi)
Alat
- Wadah plastik/baja bersih kapasitas 50–100 liter (tutup bisa rapat)
- Sendal pengaduk atau tongkat kayu bersih
- Alat penyaring (jika diperlukan saat aplikasi)
Langkah Pembuatan POC Kelinci
- Masukkan urine kelinci (20 L) ke dalam wadah fermentasi.
- Tambahkan kohe kelinci halus (3 kg). Aduk hingga tercampur rata.
- Tambahkan air leri (5 L) dan air kelapa (5 L) sebagai sumber nutrisi mikroorganisme.
- Masukkan gula merah, MOL, dan nanas halus sebagai aktivator fermentasi (mempercepat kerja mikroba).
- Tutup wadah rapat. Simpan di tempat teduh, tidak terkena sinar matahari langsung.
- Buka tutup 1 kali sehari selama 30 hari untuk mengeluarkan gas (fermentasi aerob-anaerob terkendali).
- Setelah 30 hari, saring POC bila ingin lebih jernih. Simpan dalam botol tertutup di tempat sejuk.
Cara Aplikasi POC Kelinci (Dosis & Frekuensi)
POC kelinci dapat digunakan untuk dua tujuan utama: semprot daun (foliar) dan kocor/siram akar.
1. Semprot Daun (Foliar)
Dosis standar: 200–300 ml POC per 14 liter air (sprayer 14 L). Frekuensi: 1x setiap 7–14 hari, terutama pada fase vegetatif dan awal pembungaan.
2. Kocor / Siram Akar
Dosis standar: 1:20 (1 liter POC dicampur 20 liter air). Frekuensi: 1x setiap 10–14 hari, atau setelah panen/pemangkasan untuk mempercepat regenerasi.
3. Tanaman Hias Indoor
Gunakan dosis lebih encer, misal 1:30 sampai 1:50, dan semprot hanya pada pagi/ sore hari. Lakukan uji kecil pada satu tanaman sebelum pemakaian luas.
Penyimpanan, Keamanan, dan Perhatian
- Simpan POC dalam wadah tertutup di tempat sejuk. Idealnya digunakan dalam 6–12 bulan.
- Higiene: Gunakan sarung tangan saat membuat dan menerapkan POC. Hindari kontak langsung dengan kulit jika ada luka terbuka.
- Fermentasi berlebih: POC yang over-fermentasi dapat menjadi sangat asam dan menimbulkan bau kuat; encerkan lebih banyak sebelum aplikasi.
- Ibu hamil & hewan peliharaan: Jaga agar tidak meminum POC; ini bukan konsumsi manusia.
- Uji awal: Sebelum aplikasi besar, lakukan uji pada beberapa tanaman untuk memastikan tidak terjadi reaksi negatif.
Masalah Umum & Solusinya
- Bau Amis Kuat: Normal pada awal fermentasi. Jika sangat menyengat setelah 30 hari, encerkan lebih kuat atau ulang proses fermentasi dengan pH monitoring.
- Penggumpalan: Saring POC sebelum aplikasi; gunakan kain saring/ filter halus.
- POC Memicu Layu: Mungkin dosis terlalu pekat; segera siram tanaman dengan air bersih dan gunakan POC lebih encer.
Studi & Bukti Lapangan
Beberapa uji lapangan dan penelitian lokal menunjukkan bahwa campuran urine + kohe kelinci meningkatkan biomassa tanaman, mempercepat pembungaan, dan meningkatkan hasil panen dibanding kontrol tanpa pupuk organik. Namun hasil dapat bervariasi tergantung varietas tanaman, iklim, dan kondisi tanah.
Keunggulan POC Kelinci untuk Petani Modern & Urban Farming
- Mudah diproduksi oleh pemilik kelinci (rumahan/urban farming).
- Biaya rendah & mengurangi ketergantungan pupuk kimia.
- Ramah lingkungan & mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
FAQ — Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya urine kelinci dengan urine ternak lain?
Urine kelinci cenderung memiliki konsentrasi nitrogen lebih tinggi karena pola makan hijauan dan kebiasaan minum yang sedikit, sehingga cocok sebagai sumber N alami untuk POC.
Apakah boleh menyemprot POC pada buah yang hampir panen?
Hindari menyemprot langsung pada buah 7–14 hari sebelum panen untuk mengurangi residu bau atau rasa. Gunakan siraman akar bila perlu.
Apakah POC kelinci aman untuk sayuran daun (seperti selada)?
Aman, asalkan diencerkan sesuai dosis foliar (200–300 ml / 14 L). Lakukan pengujian kecil terlebih dahulu.
Berapa lama POC harus difermentasi?
Minimum 20–30 hari. Fermentasi lebih lama (40–60 hari) dapat meningkatkan stabilitas, tetapi perhatikan bau dan pH saat menyimpan.
Apakah POC menggantikan pupuk dasar (kompos)?
POC adalah pelengkap yang baik untuk pupuk dasar (kompos/kompos matang). Idealnya kombinasikan POC dengan media organik untuk hasil optimal.
Kesimpulan
Pupuk dari urine dan kotoran kelinci (baik POC maupun kompos) adalah solusi ekonomis dan efektif untuk pemeliharaan tanaman sehat. Dengan kandungan NPK yang kompetitif dan mikro-nutrisi lengkap, POC kelinci dapat meningkatkan pertumbuhan, produksi, dan ketahanan tanaman. Kunci keberhasilan: higiene pembuatan, fermentasi yang terkontrol, serta aplikasi dosis yang tepat.
Jika kamu ingin versi artikel yang lebih singkat, infografis langkah pembuatan, atau file PDF panduan pembuatan POC kelinci — bilang saja, saya siapkan.

0 Response to "Rahasia Pupuk Super: Manfaat Urine & Kotoran Kelinci + Cara Membuat POC Kelinci yang Ampuh"
Post a Comment