Kleptomania: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kleptomania: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kleptomania adalah salah satu gangguan kontrol impuls yang membuat penderitanya memiliki dorongan kuat untuk mencuri barang, bahkan barang-barang yang sebenarnya tidak mereka butuhkan atau tidak bernilai tinggi. Berbeda dengan pencurian biasa, tindakan ini bukan karena keinginan mendapatkan keuntungan, tetapi muncul sebagai dorongan psikologis yang sulit dikendalikan.
Kleptomania termasuk gangguan mental yang serius. Meski sering dianggap sepele atau bahkan bahan candaan, kondisi ini dapat merusak hubungan keluarga, sosial, pekerjaan, hingga berujung pada masalah hukum jika tidak ditangani dengan benar.
Apa Itu Kleptomania?
Kleptomania adalah kondisi ketika seseorang kesulitan mengendalikan dorongan untuk mencuri. Dorongan ini biasanya:
- Muncul secara tiba-tiba
- Disertai rasa tegang sebelum mencuri
- Mereda setelah barang berhasil diambil
- Bukan karena kebutuhan ekonomi atau dorongan membahayakan orang lain
Penderita kleptomania sering merasa bersalah setelah mencuri, tetapi dorongan tersebut akan muncul kembali di kemudian hari, sehingga tindakan mencuri bisa berulang.
Penyebab Kleptomania
Hingga kini penyebab pasti kleptomania belum diketahui sepenuhnya, namun para ahli menduga kondisi ini terkait beberapa faktor berikut:
1. Ketidakseimbangan Kimia Otak
Banyak penelitian menunjukkan bahwa kadar serotonin yang rendah dapat menyebabkan gangguan impuls seperti kleptomania. Selain itu, aktivitas dopamin yang meningkat bisa memunculkan rasa “senang” sesaat setelah mencuri.
2. Gangguan Kesehatan Mental Lain
Kleptomania sering terjadi bersamaan dengan kondisi seperti:
- Depresi
- Kecemasan berat
- Gangguan obsesif kompulsif (OCD)
- Gangguan bipolar
- Kecanduan alkohol atau obat tertentu
3. Faktor Genetik
Riwayat keluarga dengan masalah kecanduan atau gangguan mental dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kleptomania.
4. Trauma Psikologis
Pengalaman traumatis, pelecehan, atau tekanan emosional berat dapat memicu gangguan perilaku termasuk kleptomania.
Gejala Kleptomania
Kleptomania bukan sekadar kebiasaan mencuri. Ada pola gejala yang sangat khas:
- Rasa tegang luar biasa sebelum mencuri
- Dorongan kuat dan tidak bisa ditahan untuk mengambil barang
- Perasaan lega atau puas setelah mencuri
- Barang curian sering tidak digunakan dan bahkan dibuang
- Perasaan bersalah, malu, atau menyesal setelahnya
- Tindakan mengulangi perilaku mencuri di waktu lain
Penderita biasanya mencuri di tempat umum seperti supermarket, toko obat, atau bahkan rumah kenalan. Namun, mereka tidak melakukannya untuk keuntungan finansial.
Perbedaan Kleptomania dan Pencurian Biasa
| Kleptomania | Pencurian Biasa |
|---|---|
| Muncul dari dorongan psikologis yang tidak dapat dikendalikan | Bertujuan untuk keuntungan pribadi |
| Penderita tidak membutuhkan barang | Barang diambil karena dibutuhkan atau bernilai tinggi |
| Sering merasa menyesal setelah mencuri | Biasanya tidak ada rasa bersalah |
| Bagian dari gangguan kesehatan mental | Bukan kondisi medis, melainkan tindakan kriminal |
Dampak Kleptomania
Jika tidak ditangani, kleptomania dapat menyebabkan:
- Masalah hukum
- Masalah keluarga dan hubungan sosial
- Stres, rasa malu, dan depresi
- Kecanduan perilaku yang semakin sulit dikontrol
- Kehilangan pekerjaan atau reputasi
Cara Mengatasi dan Pengobatan Kleptomania
Kleptomania dapat diatasi melalui pendekatan medis dan psikologis berikut:
1. Terapi Psikologis (Psychotherapy)
Jenis terapi yang paling sering digunakan:
- Cognitive Behavioral Therapy (CBT): Membantu mengubah pola pikir dan kebiasaan mencuri.
- Exposure and Response Prevention (ERP): Melatih pasien menghadapi situasi pemicu tanpa mencuri.
- Terapi keluarga: Membantu lingkungan memahami kondisi pasien.
2. Pengobatan dengan Obat-obatan
Dokter dapat memberikan:
- Antidepresan (SSRI)
- Obat pengatur impuls
- Penstabil suasana hati
Obat diberikan sesuai pemeriksaan, dan tidak boleh dikonsumsi sembarangan.
3. Dukungan Keluarga
Penderita memerlukan lingkungan yang mendukung, bukan yang memberi stigma. Pendampingan sangat penting untuk mempercepat pemulihan.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
1. Apakah kleptomania bisa sembuh?
Bisa. Dengan terapi dan penanganan medis, gejala bisa dikendalikan dan perilaku mencuri dapat berhenti.
2. Apakah kleptomania adalah tindakan kriminal?
Kondisinya adalah gangguan mental. Namun tindakan mencuri tetap bisa menimbulkan masalah hukum jika tidak ditangani.
3. Apakah anak-anak bisa mengalami kleptomania?
Bisa, meskipun lebih jarang. Anak yang sering mencuri perlu evaluasi psikologis untuk memastikan penyebabnya.
4. Apakah kleptomania sama dengan hobi mengambil barang kecil?
Tidak. Kleptomania adalah dorongan kompulsif yang sulit dikendalikan, bukan sekadar iseng atau kebiasaan.
0 Response to "Kleptomania: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya"
Post a Comment